Pengertian Radioaktif, Jenis, Sifat, Manfaat Dan Dampaknya

Rumusbilangan.com– Dalam bab ini kita akan membahas materi tentang pengertian, jenis, sifat, manfaat, dan dampak radioaktif. Apa itu radioaktif?

Tidak lama kadang, biarkan teman kita langsung ke tempat diskusi.

Pengertian Radioaktif, Jenis, Sifat, Manfaat Dan Dampaknya

Apa itu radioaktif?

Radioaktivitas adalah elemen yang tiba-tiba dapat memancarkan radiasi. Nomor elemen yang termasuk dalam radioaktif ini adalah elemen yang memiliki nomor atom lebih besar dari 83 sebagai Uranium dengan nomor atom yaitu: 92.

Secara khusus, radiasi radioaktif ini dapat digunakan berdasarkan pada kemampuan radiasi untuk menyebabkan perubahan di antara mereka yang dapat mengionisasi nuklida atau molekul, memutus ikatan antar atom untuk menghasilkan radikal bebas, pembentukan inti atau nukleon menjadi radia. aktif akan melepaskan energi panas.

Untuk dapat menggunakan secara efektif dan efisien, identifikasi harus dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui jenis dan jumlah radiasi yang akan digunakan. Ini penting untuk dilakukan, karena setiap jenis radiasi memiliki sifat yang berbeda atau unik, sehingga sangat berpengaruh dalam menemukan keberadaannya baik dalam jenis maupun jumlah radiasi. Oleh karena itu perlu juga menggunakan metode dan teknik yang juga unik untuk setiap jenis radiasi.

Ada peluruhan radioaktif yang terjadi dalam tiga jenis, yaitu: peluruhan alfa, beta dan gammat, dengan simbol huruf pertama dari alfabet Yunani.

Peluruhan radioaktif ini hadir dalam nukleus atom yang tidak stabil, yaitu tidak memiliki energi pengikat yang cukup untuk menahan nukleus bersama karena kelebihan proton dan neutron.

Radiasi gamma adalah yang paling kuat dari ketiga jenis radiasi di atas dan akan mampu menembus beberapa sentimeter timah. Partikel beta akan diserap oleh beberapa milimeter aluminium, sedangkan partikel alfa akan menghentikan jejaknya jika beberapa sentimeter di udara atau di selembar kertas.

Jenis zat radioaktif

Dari setiap jenis radioaktif, mereka memiliki simbol mereka, yaitu:

Sinar Alpha
Sinar alpha terdiri dari inti helium yang mengandung 2 proton dan 2 neutron
Ditemukan sekitar tahun 1903 oleh pakar Ernest Rutherford (1871-1973)
Muatan positif, sehingga dapat berputar ke arah kutub negatif di bidang positif
Kekuatan ionisasi tinggi, tetapi produktivitas rendah
Tembusnya kecil, balok hanya memiliki kisaran 2,8 hingga 8,5 cm di udara dan dapat dilawan oleh selembar kertas biasa.

Sinar beta
Sinar beta terdiri dari beberapa elektron yang bergerak cepat
Ditemukan sekitar tahun 1903 oleh seorang ilmuwan bernama Ernest Rutherford (1871-1973)
Muatannya negatif, sehingga medan listrik berubah menjadi kutub positif
Penetrasi lebih besar dari sinar alpha, sinar beta dapat menembus pelat aluminium yang tebal
Itu dapat mengionisasi objek yang dilewatkan

Sinar gamma
Sinar gamma adalah gelombang elektromagnetik, mirip dengan jenis sinar C tetapi memiliki panjang gelombang yang sangat pendek dengan panjangnya, yaitu: 1-10-3
Ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Paul Ultich Villard
Tidak memiliki muatan listrik, sehingga tidak dapat disimpangkan oleh medan magnet / listrik
Tembusnya sangat lebar dan hanya bisa dipegang oleh lapisan baja atau semen
Ini dapat mengionisasi bahan yang lewat, tetapi tidak sekuat sinar alpha atau beta

Sifat sinar radioaktif

Ada beberapa sifat sinar radioaktif ini. Properti adalah sebagai berikut:

Ia memiliki daya tembus yang sangat besar
Itu bisa mengionisasi gas
Dapat berfluoresensi (flouresense) jika jatuh pada permukaan zat yang dilapisi dengan seng sulfida (ZnS) atau campuran seng.
Ini adalah beberapa sifat cahaya radioaktif.

Manfaat radioaktivitas
Ada banyak manfaat radioaktif ini, terutama untuk pertanian. Beberapa keunggulan ini adalah:

Melawan hama dengan teknik jantan steril
Radiasi ini dapat memiliki efek biologis, misalnya pada hama kubis, di laboratorium yang dikembangkan dalam jumlah besar dan dalam bentuk parasit kubis. Dengan demikian, parasit disinari sehingga serangga jantan menjadi steril. Kemudian parasit dilepaskan di area yang diserang oleh parasit.

Maka dengan dilepaskannya parasit di daerah tersebut sehingga terjadi perkawinan antara parasit lokal dan pejantan steril yang sebelumnya dilepaskan, sehingga telur perkawinan tidak akan menetas. Sehingga reproduksi parasit ini terganggu dan populasinya akan berkurang karena tidak dapat bereproduksi.